Indah: Jas Mulia Topang Kesejahteraan Masyarakat Lutra

MASAMBA — Setelah melalui proses uji coba selama kurang lebih dua bulan, pabrik Kelapa Sawit Sukamaju yang dibangun PT Jas Mulia, akhirnya diresmikan Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Senin 15 Mei 2017. Pabrik kelapa sawit Sukamaju ini terletak di Desa Minanga Tallu, Kecamatan Sukamaju.

Dengan diresmikannya pabrik kelapa sawit ini sekaligus menjawab harapan bagi masyarakat Luwu Utara, khususnya para petani sawit.

”Keberadaan pabrik kelapa sawit ini diharapkan sebagai penopang kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat memberikan sambutan di acara peresmian tersebut.

Kata bupati, kehadiran PT Jas Mulia telah menjawab harapan masyarakat, terkhusus kepada petani kelapa sawit yang ada di Luwu Utara. Oleh karena itu, harap bupati, pabrik kelapa sawit ini harus menjadi penopang bagi kesejahteraan masyarakat.

”Itu wajib hukumnya,” tandas Indah, di sela-sela sambutannya.
Selain itu, tambah Indah, dengan melihat luas lahan serta masih panjangnya antrean yang terlihat selama proses uji coba, Luwu Utara masih membutuhkan sedikitnya dua pabrik lagi untuk mengolah seluruh hasil dari petani sawit.

“Saya sering melihat antrean panjang, ketika saya pulang ke rumah orangtua, ini jelas terlihat bahwa produktivitas buah sawit di Luwu Utara cukup besar, dan kita masih membutuhkan sedikitnya dua pabrik lagi, agar produksi buah sawit di Luwu Utara bisa diolah dengan maksimal,” tutup Indah.

Sementara itu, Direktris PT Jas Mulia, Dewi Sartika Pasande, mengatakan bahwa pembangunan pabrik kelapa sawit PT Jas Mulia semata-mata atas komitmennya atas daerah ini.

”Saya sebagai putra daerah merasa terpanggil untuk membangun Luwu Utara, apalagi melihat kondisi petani sawit kita yang merugi karena tidak ada yang membeli akibat pabrik di Lutra belum ada. Atas dasar ini saya bersemangat untuk membangun pabrik di Lutra agar petani sawit dapat kembali sejahtera,” ujarnya.

Pembangunan pabrik sawit menelan anggaran kurang lebih Rp100 miliar. Dengan kapasitas dapat menghasilkan 30 ton per hari. Ini menjadi harapan petani sawit di Lutra.

”Karena itu dukungan kita semua saya harapkan, agar kami dapat terus berkarya dan membangun pabrik lagi guna memenuhi sawit petani yang ada di Luwu Utara,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga berkomitmen akan memberikan kontribusi kepada daerah ini. Ke depannya, ia berencana mengolah limbah cair menjadi biogas.

Kemudian rencana membangun tenaga listrik kapasitas 2 Mega Watt yang dibutuhkan Luwu Utara. ”Ini semua untuk kesejahteran Luwu Utara. Kami sangat memerlukan dukungan dan suport dari pemerintah daerah.

Peresmian ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, SKPD, lembaga Adat, Masyarakat. Ada juga dari unsur pemerintah Luwu Timur dan Kota Palopo. (jun/ary)

Sumber : palopopos